ASPOST.ID- Dalam rangka membangun ekosistem olahraga yang terintegrasi dan berkelanjutan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Desain Olahraga Daerah (DOD) 2025–2045, Selasa (12/8), di Aula Setdakab, Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon.

FGD ini merupakan langkah strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan olahraga daerah, dengan mengusung tema “Dengan Berolahraga Kita Menuju Aceh Utara Bangkit.” Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pejabat lintas dinas, pengurus cabang olahraga, perwakilan KONI, akademisi, hingga media lokal.

Kepala Disporapar Aceh Utara, M. Nasir, menjelaskan bahwa Desain Olahraga Daerah adalah kerangka kebijakan jangka panjang yang disusun secara ilmiah untuk mengoptimalkan tata kelola dan pengembangan olahraga di wilayah tersebut.

“Desain ini akan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga daerah berbasis tiga pilar utama: olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi,” ujar M. Nasir.

Ia menambahkan, FGD ini membahas empat komponen utama, yaitu:

*Peningkatan kualitas dan sistem perekrutan SDM olahraga,

*Penguatan infrastruktur dan sarana prasarana,

*Pengembangan olahraga di lingkungan pendidikan,

*Pembudayaan olahraga di tengah masyarakat.

Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Mansur, akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), yang menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berbasis data dalam merancang kebijakan olahraga yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan lokal.

FGD ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Aceh Utara, A. Murtala, yang mewakili Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Disporapar dan berharap dokumen DOD ini tidak sekadar menjadi wacana, melainkan panduan nyata dalam memajukan olahraga daerah.

“Kami berharap FGD ini menghasilkan rumusan strategis yang dapat menjadi titik awal kebangkitan olahraga Aceh Utara, baik dari sisi prestasi maupun partisipasi masyarakat,” ujar A. Murtala.

Penyusunan Desain Olahraga Daerah 2025–2045 ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan jangka panjang. Tetapi juga menjadi panduan aksi konkret untuk melahirkan atlet berprestasi, memperluas akses olahraga bagi masyarakat, serta memperkuat budaya hidup sehat di Aceh Utara. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version