Pos-pos Terbaru
- Kapolres Lhokseumawe Ingatkan Mahasiswa: Jaga Persatuan di Tengah Banjir Hoaks dan Polarisasi Digital
- Wartawan di Tengah Kepungan: Merekam Kontak Tembak GAM dan Aparat di Rumah Kapolsek Seunuddon
- Danrem Brigjen Ali Imran Pastikan Keamanan Aceh Kondusif, Warga Diminta Rayakan Kemerdekaan dengan Damai
- HUT ke-81 RI, 332 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Terima Remisi, Dua Napi Bebas
- Spanduk Mualem-Dek Fadh Diinjak dan Dikoyak Hingga Digigit Massa di Masjid Raya, Teriakan “Pengkhianat” Menggema
Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Kapolres Lhokseumawe Ingatkan Mahasiswa: Jaga Persatuan di Tengah Banjir Hoaks dan Polarisasi Digital
- Wartawan di Tengah Kepungan: Merekam Kontak Tembak GAM dan Aparat di Rumah Kapolsek Seunuddon
- Danrem Brigjen Ali Imran Pastikan Keamanan Aceh Kondusif, Warga Diminta Rayakan Kemerdekaan dengan Damai
- HUT ke-81 RI, 332 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe Terima Remisi, Dua Napi Bebas
- Spanduk Mualem-Dek Fadh Diinjak dan Dikoyak Hingga Digigit Massa di Masjid Raya, Teriakan “Pengkhianat” Menggema
- Di Hari Kemerdekaan, Wagub Aceh Ajak Rakyat Aceh Rawat Perdamaian dan Bangun Masa Depan
- Forkopimda Aceh Keluarkan Enam Langkah Redam Ketegangan, Persoalan Bendera Tunggu Kepastian Hukum
- Menko Polkam Tegaskan Simbol Negara Wajib Dihormati, Perdamaian Aceh Harus Dijaga
Penulis: Redaksi
15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2026 Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki RI–GAM ASPOST.ID- Dua puluh satu tahun lalu, sejarah Aceh memasuki babak baru. Di Helsinki, Finlandia, Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani Nota Kesepahaman pada 15 Agustus 2005. Dokumen itu bukan sekadar selembar perjanjian. Ia menjadi titik balik setelah puluhan tahun konflik yang meninggalkan luka, kehilangan dan trauma bagi masyarakat Aceh. Kini, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, perdamaian Aceh genap berusia 21 tahun. Pertanyaannya kemudian berubah. Setelah dua dekade lebih perdamaian berjalan, milik siapa sebenarnya perdamaian Aceh? Dan sudah sejauh mana janji Helsinki benar-benar dirasakan rakyat?…
Bintang Bulan Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Merah Putih Diturunkan hingga Berujung Kericuhan
ASPOST.ID- Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berubah dari rangkaian doa dan zikir menjadi aksi massa yang diwarnai pengibaran Bendera Bintang Bulan penurunan Bendera Merah Putih, hingga bentrokan dengan aparat keamanan. Ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh sebelumnya memadati kawasan Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti doa dan zikir bersama dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh. Sejumlah peserta awalnya terlihat membawa dan mengibarkan bendera putih. Situasi kemudian berubah ketika sejumlah peserta mulai mengibarkan Bendera Bintang Bulan di halaman masjid. Berdasarkan laporan sejumlah media yang terbit pada hari yang sama, bendera tersebut…
ASPOST.ID- Aksi massa di kawasan Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai sejumlah tindakan simbolik yang menyita perhatian publik. Dalam dokumentasi foto dan video yang beredar, massa terlihat menurunkan ornamen bergambar Garuda serta merobek spanduk bergambar Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah (Dek Fadh) yang memuat ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Dalam rangkaian aksi tersebut, massa juga terlihat menaikkan bendera Bintang Bulan di salah satu tiang di kawasan Pendopo Gubernur Aceh. Peristiwa itu kemudian menjadi sorotan setelah sejumlah foto dan video tersebar di berbagai platform media sosial. Rekaman memperlihatkan peserta aksi berkumpul di sekitar…
ASPOST.ID- Pengibaran bendera Bulan Bintang disertai seruan “merdeka” dalam peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), memicu perhatian luas di ruang digital setelah sejumlah foto dan video peristiwa tersebut menyebar di berbagai platform media sosial. Rekaman yang beredar memperlihatkan sejumlah peserta membawa dan mengibarkan bendera Bintang Bulan, Alam Peudeung dan bendera putih di tengah kerumunan massa yang mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama. Beberapa video juga memperlihatkan suasana ketika bendera tersebut dipasang di sejumlah titik di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan masih bertahan hingga saya ini. Bendera Bintang Bulan adalah bendera Aceh yang…
ASPOST.ID – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada Sabtu, 15 Agustus 2026, atau Milad MoU Helsinki RI-GAM berubah menjadi momentum penyampaian aspirasi politik yang jauh lebih luas dari sekadar peringatan damai. Ribuan masyarakat dari berbagai kabupaten/ kota di Aceh berkumpul di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, untuk mengikuti zikir akbar dan doa tolak bala yang dirangkai dengan penyampaian sejumlah tuntutan mengenai masa depan Aceh. Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, seruan “Aceh Merdeka” terdengar dari kerumunan massa. Sejumlah peserta juga mengibarkan bendera Bintang Bulan, Bendera Alam Peudeung dan bendera putih. Laporan sejumlah media di lokasi menyebutkan, aksi tersebut menjadi salah…
HRD Apresiasi Terobosan Prabowo: Infrastruktur Dasar Harus Benar-Benar Dirasakan hingga Pelosok Desa
ASPOST.ID- Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan Daud (HRD), mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antardesa sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Menurut HRD, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan desa bukan sekadar proyek fisik, melainkan menyangkut keselamatan, akses pendidikan, mobilitas ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah perdesaan dan terpencil. Hal itu disampaikan HRD usai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). HRD menilai pembangunan nasional harus mampu menghadirkan…
ASPOST.ID- Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Berbagai persiapan dilakukan masyarakat untuk mempercantik lingkungan gampong sekaligus ambil bagian dalam Lomba Hias Gampong yang digelar Kodim 0103/Aceh Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi lintas sektoral. Salah satu yang mencuri perhatian adalah tampilan gerbang utama Gampong Blang Poroh yang dihiasi dominasi warna merah dan putih. Ornamen kemerdekaan, bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta dekorasi kreatif menghiasi pintu masuk gampong, menciptakan suasana semarak perayaan HUT ke-81 RI. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata keterlibatan masyarakat dalam…
ASPOST.ID- Di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perekonomian daerah, muncul satu persoalan yang patut mendapat perhatian serius pemerintah. Mengapa beras yang diproduksi di Aceh justru dikirim ke luar daerah, termasuk ke Medan, sebelum kembali dipasarkan ke Aceh dengan berbagai merek? Pertanyaan tersebut menjadi relevan ketika harga dan pasokan beras masih menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian inflasi daerah. Fenomena rantai distribusi yang panjang perlu dikaji secara menyeluruh. Jika beras hasil produksi Aceh harus keluar daerah terlebih dahulu sebelum kembali masuk ke pasar Aceh, tentu muncul pertanyaan mengenai efisiensi distribusi, biaya logistik, posisi petani dalam rantai pasok,…
ASPOST.ID- Momentum menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kabar bahagia bagi Katratunida (28), seorang guru ngaji di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Selama sekitar lima tahun, Katratunida dengan penuh keikhlasan mengajarkan Al-Qur’an kepada puluhan anak di pedalaman Aceh Utara tanpa memungut biaya. Namun, di balik pengabdiannya, ia bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan tersebut berdinding rapuh dengan atap daun rumbia yang telah banyak mengalami kebocoran. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah hingga mengganggu aktivitas keluarga, bahkan kegiatan belajar mengaji.…
21 Tahun Damai Aceh, Ketum PNA Desak Evaluasi MoU Helsinki RI-GAM dan Regenerasi Peran Generasi Muda
ASPOST.ID- Memasuki 21 tahun perdamaian Aceh, Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA), Misbahul Munir, ST., MM akrab disapa Rahul Cobra mendorong evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurut Rahul, lebih dari dua dekade perjalanan damai merupakan momentum penting untuk melihat kembali sejauh mana butir-butir kesepakatan Helsinki telah diwujudkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh. “21 tahun perdamaian Aceh bukan waktu yang singkat untuk mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki. Saya memandang perlu adanya evaluasi sejauh mana poin-poin tersebut telah berjalan,”kata Rahul, yang juga eks pejuang GAM, kepada…
