ASPOST.ID- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Ahad (25/10/2026), diwarnai pengibaran bendera Bintang Bulan yang kembali menyorot polemik simbol Aceh di tengah masyarakat.
Situasi sempat memanas ketika personel TNI dari Koramil 21/Paya Bakong mendatangi lokasi untuk menurunkan bendera tersebut. Sejumlah warga dikabarkan keberatan dan berupaya mempertahankan agar bendera tetap berkibar, sehingga sempat terjadi adu mulut antara warga dan personel TNI.
Di tengah situasi tersebut, Danramil 21/Paya Bakong, Kapten Cke Edi Wijaya, memilih mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif. Ia berkomunikasi dengan masyarakat untuk meredakan ketegangan dan meminta agar bendera diturunkan tanpa menimbulkan konflik terbuka.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Bendera Bintang Bulan diturunkan dan diserahkan kembali kepada masyarakat. Tidak ada bentrokan fisik dalam proses penurunan tersebut, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
“Alhamdulillah, aman semua. Bendera Bintang Bulan yang sempat dikibarkan dilokasi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah kita turunkan dan kita kembalikan kepada masyarakat,” kata Kapten Cke Edi Wijaya, dikonfirmasi aspost.id, Ahad (25/10) sore.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Polemik Simbol Aceh Kembali Menjadi Sorotan
Peristiwa di Blang Ara kembali memperlihatkan sensitifnya persoalan pengibaran Bendera Bintang Bulan di Aceh. Simbol tersebut memiliki dimensi sejarah dan politik yang berkaitan dengan perjalanan perdamaian Aceh, sekaligus masih menjadi bagian dari perdebatan mengenai regulasi dan penerapannya.
Karena itu, penanganan persoalan serupa tidak hanya berkaitan dengan tindakan di lapangan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat. Pendekatan dialogis menjadi penting agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi gesekan sosial.
Meski persoalan bendera sempat mewarnai peringatan Maulid, situasi di Gampong Blang Ara akhirnya dapat dikendalikan tanpa bentrokan fisik. Pendekatan yang dilakukan Danramil menjadi bagian penting dalam meredakan ketegangan di tengah keberatan sebagian warga.
Namun, polemik Bendera Bintang Bulan belum dapat dipandang selesai hanya karena bendera diturunkan dalam satu kegiatan. Kepastian aturan, konsistensi penerapan regulasi, serta komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk mencegah persoalan serupa kembali mencuat.(asp)

