ASPOST.ID- Perubahan besar tidak selalu berawal dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus dan berulang kali, bahkan oleh mereka yang kerap dianggap sudah waktunya beristirahat dari aktivitas sosial.
Di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Nurakabah dan Maryam membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat. Di usia 67 tahun, kedua perempuan lanjut usia (lansia) ini menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui tindakan nyata di sekitar tempat tinggal mereka.
Nurakabah dikenal rajin membersihkan selokan, sementara Maryam menaruh perhatian terhadap kebersihan di sekitar rumahnya. Tanpa perlu menunggu instruksi, keduanya menjalankan kepedulian itu melalui hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian banyak orang.
Bagi sebagian orang, membersihkan selokan atau merapikan lingkungan mungkin terlihat sebagai pekerjaan kecil. Namun, di balik aktivitas tersebut tersimpan pesan yang jauh lebih besar, lingkungan yang bersih tidak lahir hanya dari program pemerintah, melainkan juga dari kesadaran setiap warga untuk mengambil tanggung jawab.
Keduanya seolah mengingatkan bahwa kepedulian tidak cukup berhenti pada imbauan, slogan, atau kritik terhadap kondisi lingkungan. Perubahan membutuhkan tindakan nyata, dimulai dari halaman rumah, saluran air, hingga ruang-ruang bersama yang digunakan masyarakat setiap hari.
Keteladanan yang Mendapat Apresiasi
Kepedulian Nurakabah dan Maryam mendapat perhatian dari Keuchik Gampong Blang Poroh, Ziaul Hadi, bersama Ketua Pemuda, Edi Maulana, pada Jum’at (24/10).
Sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian keduanya, Ziaul Hadi dan Edi Maulana menyerahkan bantuan sembako. Bantuan tersebut menjadi wujud perhatian sosial sekaligus apresiasi terhadap warga lansia yang tetap menunjukkan semangat berkontribusi bagi lingkungan gampong.
Apresiasi itu bukan semata-mata tentang bantuan yang diberikan, melainkan juga tentang pentingnya mengakui kontribusi warga, sekecil apa pun bentuknya. Terlebih, kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan Nurakabah dan Maryam layak mendapat ruang dalam kehidupan masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan kebersihan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, keteladanan mereka menghadirkan pengingat bahwa membangun lingkungan yang sehat harus dimulai dari kesadaran bersama. Pemerintah gampong, pemuda, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.
Pesan untuk Generasi Muda
Kisah dua lansia ini juga membawa pesan penting bagi generasi muda Gampong Blang Poroh. Semangat menjaga lingkungan tidak seharusnya dibatasi oleh usia, status, maupun kedudukan. Siapa pun dapat mengambil bagian, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap bersih, hingga membiasakan gotong royong.
Justru, keteladanan seperti ini perlu diterjemahkan menjadi gerakan bersama agar tidak berhenti sebagai kisah inspiratif sesaat. Kepedulian warga akan semakin bermakna apabila diikuti partisipasi berkelanjutan, pengelolaan sampah yang baik, serta perhatian terhadap fasilitas kebersihan di tingkat gampong.
Mengapresiasi individu yang peduli merupakan langkah positif. Namun, menjaga kebersihan secara konsisten tetap membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tanggung jawab itu tidak hanya bertumpu pada segelintir warga.
Nurakabah dan Maryam mungkin tidak menjalankan program besar atau memimpin gerakan dengan nama khusus. Mereka hanya melakukan apa yang dapat dikerjakan di lingkungan terdekat. Namun, dari tindakan sederhana itulah muncul pelajaran tentang ketulusan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Di Blang Poroh, keduanya memberikan teladan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas usia. Selama masih memiliki kemauan untuk berbuat baik, setiap orang tetap bisa menghadirkan manfaat.(asp)

