ASPOST.ID- Empat mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe berhasil menembus babak semifinal Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026. Capaian tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi asal Aceh itu untuk menunjukkan kapasitas akademik, kreativitas, serta kemampuan dakwah mahasiswanya di tengah persaingan antar kampus Islam negeri se-Indonesia.
Keempat mahasiswa tersebut kini bersiap menghadapi kompetisi secara langsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–7 November 2026. Mereka akan berhadapan dengan peserta dari berbagai PTKIN yang sebelumnya juga berhasil melewati tahapan seleksi.
Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian individual, tetapi sekaligus menjadi representasi kemampuan mahasiswa Aceh dalam berkompetisi di tingkat nasional. Terlebih, OASE PTKIN merupakan ajang yang mempertemukan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang keilmuan, penelitian, sains, keislaman, dan pengembangan dakwah.
Keberangkatan kontingen UIN SUNA Lhokseumawe dilepas secara simbolis oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Darmadi, M.Si., pada Senin (2/11). Prosesi pelepasan tersebut turut didampingi Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Dr. Rizqy Wahyudi, M.Kom.I.
Dalam arahannya, Dr. Darmadi menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang berhasil melewati babak penyisihan dan memperoleh tiket semifinal. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kesungguhan, serta komitmen mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik dan potensi diri.
Ia mengingatkan bahwa kompetisi nasional tidak semata-mata diukur dari perolehan medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang pembuktian kapasitas, penguatan mental kompetitif, perluasan wawasan, serta pembentukan karakter mahasiswa.
“Keikutsertaan dalam OASE PTKIN bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, membangun pengalaman, dan membawa nama baik kampus. Kami berharap mahasiswa dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” pesannya.
Dua Cabang Kompetisi, Empat Mahasiswa Jadi Andalan
Dalam kompetisi tahun ini, UIN SUNA Lhokseumawe mengirimkan empat mahasiswa yang akan berlaga pada dua cabang perlombaan.
Pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, tiga mahasiswa yang dipercaya mewakili kampus adalah Galih Novdiantoro, Uci Purnama, dan Hasanul Afkar. Sementara pada cabang Da’i Mahasiswa, UIN SUNA Lhokseumawe diwakili Jihan Fanyra.
Komposisi tersebut memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dalam dua bidang yang memiliki karakter berbeda, yakni pengembangan pemikiran ilmiah berbasis Al-Qur’an dan kemampuan menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui dakwah.
Sebelum mencapai semifinal, keempat mahasiswa tersebut harus melewati proses seleksi yang tidak ringan. UIN SUNA Lhokseumawe sebelumnya mengikutsertakan 14 mahasiswa dalam babak penyisihan OASE PTKIN 2026 yang berlangsung secara daring pada 17–20 Oktober 2026.
Ke-14 peserta itu mengikuti kompetisi pada enam cabang perlombaan. Setelah melalui proses penilaian dan seleksi, hanya empat mahasiswa yang berhasil melanjutkan perjuangan ke babak semifinal di Yogyakarta.
Lolosnya empat mahasiswa ke semifinal menjadi catatan positif bagi UIN SUNA Lhokseumawe. Namun, capaian tersebut sekaligus menghadirkan tantangan bagi institusi untuk memperkuat sistem pembinaan prestasi mahasiswa agar tidak berhenti pada keberhasilan mengikuti kompetisi.
Penguatan budaya riset, pendampingan karya ilmiah, peningkatan kualitas literasi, serta pengembangan kemampuan komunikasi dan dakwah perlu menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Sebab, persaingan antar kampus pada tingkat nasional tidak hanya membutuhkan kemampuan individual mahasiswa, tetapi juga ditopang oleh ekosistem akademik, kualitas pendampingan dosen, fasilitas pengembangan bakat, serta konsistensi institusi dalam melahirkan generasi berprestasi.
Bagi UIN SUNA Lhokseumawe, semifinal OASE PTKIN 2026 menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa mahasiswa dari Aceh memiliki potensi dan ruang yang sama untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Kini, perjuangan empat mahasiswa tersebut berlanjut di Yogyakarta. Harapan kampus dan masyarakat Aceh tertuju pada kemampuan mereka untuk memberikan penampilan terbaik, membawa pulang prestasi, sekaligus memperkuat reputasi UIN SUNA Lhokseumawe dalam peta kompetisi akademik nasional.(asp)

