ASPOST.ID- Sebanyak 275 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Lhokseumawe, penerima manfaat “Project Pulih Bersama” dari Human Initiative mengikuti pelatihan dukungan UMKM diHotel Rajawali Lhokseumawe, pada Senin-Selasa (24-25/10/22). Bertindak sebagai narasumber pelatihan yakni, Dr. Mariyudi, SE., MM dan Dr. Darmawati, S.E., MM dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (UNIMAL).
Pelatihan itu dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Lhokseumawe Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, yang diwakili oleh Kabid UMKM Jafruddin, SE.
Dalam kesempatan itu, Jafruddin menyampaikan pihaknya menyambut baik program yang dilaksanakan oleh Human Initiative (HI) di Kota Lhokseumawe.

“Akibat Covid-19 melanda Aceh, dan Indonesia pada umumnya telah memporak-porandakan ekonomi kita semua. Karena itu pemerintah saat ini sedang menggiatkan peningkatan ekonomi dari kalangan bawah, salah satunya melalui UMKM. Maka peserta pelatihan hari ini merupakan sebagai pelopor dalam meningkatkan ekonomi Kota Lhokseumawe,”ucap Jafruddin.
Selain itu, atas nama Pemko Lhokseumawe, ia mengucapkan terimakasih kepada Human Initiative yang telah melaksanakan program Project Pulih Bersama untuk warga Kota Lhokseumawe.
Sementara itu, Branch Manager Human Initiative Apriadi juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe yang menyambut baik program HI selama ini.
“Dimana Program Pulih Bersama ini merupakan program yang sudah berlangsung selama 1 tahun. Saat Covid-19 melanda Indonesia, focus utama HI yaitu mendistribusikan Hygiene Kit di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia,”terangnya.
Disebutkan, untuk program pelatihan dukungan UMKM yang dilaksanakan hari ini merupakan program percepatan dari Vaksin Covid. Karena, hasil evaluasi dari HI menunjukkan bahwa walaupun Covid telah berakhir, namun ekonomi masyarakat belum kembali pulih.
Oleh karena, kata dia, pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kembali giat usaha masyarakat. Program ini dilaksanakan serentak di beberapa lokasi, seperti di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Harapannya, setelah pelatihan ini selesai para peserta mendapatkan input dan pengetahuan baru terkait kewirausahaan untuk pengembangan kedepannya,”pinta Apriadi.
Selain itu, lanjut dia, pelatihan yang tergabung dalam Project Pulih Bersama ini juga dilangsungkan di dua wilayah lainnya di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Besar.
Sementara Athailah selaku Koordinator Project juga mengharapkan kepada peserta pelatihan yang telah mendapatkan ilmu dari para narasumber supaya dapat diimplementasikan dalam menjalankan usahanya. Sehingga apa yang telah diajarkan selama mengikuti pelatihan dapat bermanfaat untuk mereka sendiri dan masyarakat sekitar.
”Ini merupakan ilmu yang mahal dalam dunia kewirausahaan, maka kita berharap agar masyarakat benar-benar mengimplementasikan dalam usaha-usaha mereka dan juga mampu menularkan ke tetangga atau bahkan masyarakat kampung mereka,”harapnya.(asp)