ASPOST.ID- Masyarakat gampong yang berdomisili di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, kini menerima imbas dari pembangunan Bendungan Krueng Pase di kecamatan setempat. Betapa tidak, jembatan darurat yang dibangun oleh pelaksana proyek sebagai jalur penghubung antar gampong ambruk pada Kamis (5/5/2022) lalu.
Padahal, jembatan yang terbuat dari pohon kelapa dan kayu itu belum berusia hingga sampai satu bulan. Akibat ambruknya jembatan itu, maka masyarakat yang tinggal di pedalaman Kecamatan Meurah Mulia menjadi terisolir. Bahkan, terpaksa harus menempuh perjalanan yang jauh hingga membutuhkan waktu 1 jam dengan melewati Kecamatan Nibong untuk menuju ke gampongnya di Meurah Mulia.

Atas kondisi itu, Anggota DPR RI asal Aceh Haji Ruslan Daud (HRD) bersama Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Dinas PUPR Aceh Utara serta Muspika Meurah Mulia, Nibong, Tanah Luas, Ketua dan Pengurus PKB Aceh Utara serta tokoh masyarakat turun ke lokasi jembatan darurat yang ambruk di Leubuk Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, pada Senin (9/5).
“Ini kontraktor harus segera membangun kembali jembatan darurat yang layak pakai, karena walaupun darurat tapi kondisi jembatan layak digunakan oleh masyarakat sebagai jalur penghubung antar gampong di Meurah Mulia,”ungkap Haji Ruslan Daud yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kepada aspost.id.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan pembangunan bendungan Krueng Pasee dan termasuk harus dibangun kembali jembatan darurat, sehingga jalur transportasi lancar.
“Hasil kunjungan hari ini akan kita sampaikan ke Kementerian PUPR sebagai mitra kita di Komisi V DPR RI. Intinya, proyek Bendungan Krueng Pase harus tuntas dikerjakan tepat waktu dan tidak boleh ada kendala sedikit pun dilapangan, apalagi yang berimbas kepada masyarakat,”ungkapnya. (asp)