ASPOST.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Bambang Bachtiar, SH.,MH, bersama unsur Muspida Aceh Utara, melakukan pemantauan terhadap pembangunan mega proyek Waduk Krueng Keureutoe, di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, saat menjelang magrib pada Senin (20/6) kemarin.
Sementara Waduk Krueng Keureutoe itu sendiri diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 9 Maret 2015 lalu, untuk dilakukan pembangunan tahap awal dan hingga saat ini masih berlangsung.
Kajati Aceh Bambang Bakhtiar, S.H.,M.H kepada awak media menyampaikan, tujuan dirinya memantau dan meninjau Bendungan Krueng Keureutoe untuk melihat sejauh mana sudah pekerjaan dilapangan yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Yang perlu diketahui adalah bendungan ini menjadi bagian pengawasan kita. Semoga pelaksana proyek dapat melakukan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Karena sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi di 2024 harus sudah tuntas pekerjaan dan kedepan siapapun presidenya dapat dirasakan manfaat dari bendungan tersebut,”pintanya.
Menurut dia, saat ini untuk pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Krueng Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara sudah mencapai sekitar 68 persen.
Sementara itu, Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) I Kementerian PUPR Verdiyanti mengatakan, dengan adanya kunjungan Kajati Aceh ke Bendungan Krueng Keureutoe ini dapat mempercepat proses pembangunan di lapangan tepat waktu sehingga akhir 2023 sudah bisa selesai.
“Bendungan Keureutoe memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik. Dan juga dirancang secara khusus untuk memiliki tampungan banjir sekitar 30,39 juta meter kubik atau sebesar 501,49 meter kubik per detik. Semoga bisa mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun di kawasan Aceh Utara,”katanya, seperti dilansir harianrakyataceh.
Selain itu, disebutkan, Bendungan Keureutoe juga akan berfungsi untuk menyediakan air irigasi yang mampu mengairi lahan seluas 9.420 hektar yang terdiri dari Daerah Irigasi (DI) Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan DI Pasee Kanan seluas 6.677 hektar.
Lanjut dia, Bendungan Keureutoe Aceh Utara, termasuk salah satu dari sekian banyak bendungan terbesar di Sumatera yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 Ditjen Sumber Daya Air sebagai upaya mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Provinsi Aceh.
Sementara pembangunan bendungan tersebut dimulai sejak tahun 2015 lewat APBN sebesar Rp 2,68 triliun dan dilaksanakan bertahap melalui empat paket. Sedangkan, kontraktor yang terlibat dalam pembangunan iru yakni, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pelita Nusa Perkasa (KSO) untuk paket 1, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk paket 2, PT Hutama Karya-Perapen untuk paket 3, dan Abipraya – Indra – Nusa, KSO untuk paket lenyelesaian. (rakyataceh/aspost)


