ASPOST.ID- Semangat solidaritas Ramadhan diwujudkan secara nyata oleh Nahdlatul Ulama melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lhokseumawe dengan menyalurkan bantuan daging segar sekaligus menggelar buka puasa bersama bagi ratusan keluarga korban banjir. Kegiatan berlangsung di lokasi pengungsian Kuala Cangkoi, Aceh Utara, bertepatan 9 Ramadan atau Jumat (27/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan sedikitnya 35 kilogram daging segar, beras, bumbu masak, serta aneka sayuran yang kemudian diolah bersama menjadi hidangan berbuka. Bantuan itu diperuntukkan bagi 307 kepala keluarga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat dampak banjir.
Ketua PCNU Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, menjelaskan, program ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang digagas NU untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama Ramadan. Ia menekankan bahwa kehadiran NU bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga dukungan moral dan kebersamaan bagi warga terdampak.
“Bantuan ini berasal dari donatur Malaysia, Dato Rosli Dahlan, yang disalurkan melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia bersama PWNU Aceh dan PCNU Lhokseumawe. Kami ingin memastikan para pengungsi bisa berbuka dengan makanan yang layak dan bergizi,” ujarnya kepada aspost.id, pada Sabtu (28/2).
Suasana kebersamaan pun terasa hangat. Warga bergotong royong memasak, menyiapkan hidangan, hingga menyantapnya bersama. Bagi sebagian pengungsi, menu daging saat berbuka menjadi momen langka di tengah keterbatasan.
Tgk Abdullah, salah satu warga Kuala Cangkoi, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat bersyukur. Di tengah kondisi sulit, masih ada yang peduli. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” katanya.
Tak berhenti pada bantuan konsumsi, PCNU juga menggulirkan sejumlah program pemulihan jangka menengah. Di antaranya pembangunan lima unit sumur bor di kawasan terdampak banjir untuk menjamin ketersediaan air bersih, penyaluran kitab bagi santri, serta dukungan pembangunan sebuah dayah di Lhoksukon yang ikut terdampak bencana.
Rizwan menambahkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Rosli Dahlan yang berkomitmen melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh melalui jaringan NU. Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tidak mengenal batas wilayah.
“NU akan tetap mendampingi korban banjir sampai kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal,” tegasnya.
Aksi berbagi di bulan Ramadan ini sekaligus menegaskan peran organisasi keagamaan sebagai garda terdepan dalam respon kebencanaan menghadirkan bukan hanya bantuan material, tetapi juga harapan dan semangat kebersamaan bagi para penyintas. (asp)

