ASPOST.ID- Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak lagi cukup diwujudkan melalui slogan semata. Menjawab tantangan krisis iklim yang semakin nyata, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh Aceh Utara, meluncurkan serangkaian aksi lingkungan berskala luas dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Melalui program terpadu yang menggabungkan penghijauan, konservasi ekosistem laut, hingga penguatan mitigasi bencana, perusahaan plat merah yang berbasis di Aceh Utara itu menegaskan komitmennya mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Rangkaian aksi tersebut meliputi penanaman 2.000 pohon produktif, transplantasi terumbu karang di kawasan perairan Sabang, serta pemasangan Early Warning System (EWS) sebagai sistem peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata PIM dalam mendukung target pembangunan rendah karbon, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.
Sebanyak 2.000 bibit pohon produktif ditanam di sejumlah wilayah strategis Aceh Utara. Jenis tanaman yang dipilih terdiri atas mangga, kelapa hibrida, jengkol, aren, matoa, bambu, ingul, serta kayu manis yang memiliki nilai ekologis sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Penanaman dilakukan di empat lokasi, yakni Desa Bangka Jaya sebanyak 500 bibit, Kecamatan Sawang 550 bibit, Kecamatan Langkahan 550 bibit, serta kawasan operasional PT Pupuk Iskandar Muda sebanyak 400 bibit.
Selain mendukung penghijauan, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempercepat rehabilitasi lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah kawasan Aceh Utara. Diharapkan, kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan dapat kembali menjalankan fungsi ekologisnya sekaligus meningkatkan daya serap air, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
PIM juga mengembangkan gerakan “1 Rumah 1 Pohon” sebagai kampanye kolektif yang mengajak setiap keluarga menanam dan merawat sedikitnya satu pohon produktif di lingkungan masing-masing.
Gerakan ini diyakini tidak hanya membantu menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui hasil panen tanaman produktif.
Bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan, keberadaan tanaman produktif diharapkan menjadi alternatif sumber penghasilan ketika kondisi cuaca ekstrem membuat aktivitas melaut tidak memungkinkan. Sementara bagi kawasan yang sebelumnya terdampak banjir, penghijauan menjadi bagian dari upaya memulihkan kualitas lahan sekaligus memperbaiki keseimbangan ekosistem.
Vice President K3LH PT Pupuk Iskandar Muda, Usman, mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Melalui penghijauan, konservasi ekosistem laut, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, kami ingin menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Usman, kepada aspost.id, Kamis (2/7).
Ia menambahkan, setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh mitra yang telah mendukung sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim,” tambahnya.
Tak hanya berfokus pada penghijauan di daratan, PIM juga memperluas aksi konservasi melalui transplantasi terumbu karang di perairan Sabang. Program tersebut menggunakan modul berbentuk spider web yang dibuat dari tube bekas hasil fabrikasi perusahaan sebagai bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem laut, menjaga habitat biota laut, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya kelautan.
Sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, PIM juga memasang Early Warning System (EWS) di wilayah yang dinilai memiliki potensi risiko bencana. Sistem ini berfungsi memberikan peringatan dini sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah antisipatif ketika terjadi kondisi darurat.
Melalui sinergi antara penghijauan, konservasi laut, rehabilitasi kawasan terdampak bencana, dan penguatan sistem mitigasi, PT Pupuk Iskandar Muda menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga bumi membutuhkan aksi nyata yang dilakukan secara bersama-sama. PIM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi krisis iklim, mewujudkan lingkungan yang lebih lestari, sekaligus membangun masa depan yang tangguh bagi generasi mendatang. (asp)

