ASPOST.ID- Tidak semua perjalanan hidup berawal dari cita-cita yang sama dengan tempat seseorang akhirnya mengabdi. Bagi Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., lapangan sepak bola pernah menjadi bagian dari perjalanan masa mudanya. Namun, takdir membawanya menapaki jalan pengabdian yang berbeda, dunia militer.
Kini, perwira TNI Angkatan Darat kelahiran Banda Aceh, 2 Juni 1983, tersebut mendapat kepercayaan memimpin Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/Kota Banda Aceh. Penugasan ini menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya sekaligus menempatkannya pada tanggung jawab menjaga stabilitas dan mendukung kehidupan masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh.
Di balik seragam militernya, Reza memiliki latar belakang keluarga yang lekat dengan sejarah sepak bola Aceh. Ia merupakan putra Tarmizi, sosok yang dikenal sebagai legenda Persiraja Banda Aceh dan turut mengantarkan klub kebanggaan masyarakat Aceh itu meraih gelar juara kompetisi Perserikatan musim 1980–1981.
Dari sang ayah, Reza tumbuh dekat dengan dunia sepak bola. Namun, jika Tarmizi menorehkan jejak pengabdian melalui lapangan hijau, Reza memilih membangun perjalanan hidupnya melalui disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian di lingkungan TNI.
Dari Banda Aceh, Menapaki Jalan Pengabdian
Reza menghabiskan masa kecilnya di Banda Aceh. Ia memulai pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Banda Aceh, melanjutkan ke MTsN 1 Banda Aceh, kemudian menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Banda Aceh, yang juga dikenal sebagai SMA Jeumpa Puteh, pada 2001.
Sepak bola sempat menjadi bagian penting dalam perjalanan masa mudanya. Mengikuti jejak sang ayah, Reza pernah bergabung dengan Persiraja dan membela skuad daerah dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Aceh.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kisah masa mudanya sebelum ia memilih jalan pengabdian yang berbeda. Pada 2003, Reza dinyatakan lulus seleksi Akademi Militer (Akmil). Setelah menjalani pendidikan militer, ia lulus sebagai perwira pada 2006.
Sejak saat itu, perjalanan hidupnya memasuki fase baru. Lapangan sepak bola yang dahulu menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan semangat berkompetisi berganti dengan medan tugas yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan, serta tanggung jawab sebagai prajurit.
Meniti Karier di Lingkungan Kopassus
Selepas menamatkan pendidikan Akmil, Reza menapaki perjalanan karier di lingkungan TNI Angkatan Darat, termasuk bertugas di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Komandan Batalyon 31 Grup 3 Kopassus. Pengalaman memimpin satuan tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan profesionalnya sebelum memperoleh penugasan sebagai Dandim 0101/Kota Banda Aceh.
Perjalanan dari pendidikan militer hingga menduduki jabatan komando memperlihatkan tahapan karier yang kini membawanya kembali mengemban tugas di tanah kelahirannya, Aceh.
Amanah Baru Memimpin Kodim Banda Aceh
Kepercayaan kepada Reza ditandai dengan serah terima jabatan Dandim 0101/Kota Banda Aceh dari Kolonel Inf Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc. Prosesi tersebut dipimpin Panglima Kodam Iskandar Muda, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., M.M., pada Ahad, 18 Oktober 2026, di Markas Kodam Iskandar Muda.
Faurizal selanjutnya mendapat penugasan sebagai Asisten Teritorial (Aster) pada satuan yang disebut dalam informasi awal sebagai Kodam Mabruk, Papua Tengah.
Jabatan Dandim 0101/Kota Banda Aceh merupakan posisi strategis dalam struktur kewilayahan TNI Angkatan Darat. Kodim tersebut berstatus Tipe A atau berdiri sendiri, dengan garis komando langsung di bawah Kodam Iskandar Muda.
Dalam arahannya pada prosesi serah terima jabatan, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan pembinaan karier prajurit TNI Angkatan Darat.
Setiap jabatan, menurut penegasan tersebut, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, profesionalisme, dan integritas.
Bagi Reza, amanah baru ini bukan sekadar perubahan posisi dalam perjalanan karier militer. Penugasan di Banda Aceh juga membawanya kembali ke kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, dengan tanggung jawab pengabdian yang kini berada pada lingkup kewilayahan.
Dua Jejak Pengabdian, Satu Kebanggaan Aceh
Kisah Reza Sahputra menghadirkan pertemuan dua dunia yang berbeda dalam satu keluarga sepak bola dan militer.
Sang ayah, Tarmizi, dikenal melalui kontribusinya bersama Persiraja pada masa kejayaan kompetisi Perserikatan. Sementara itu, Reza menapaki jalannya sendiri melalui pendidikan militer, penugasan di Kopassus, hingga dipercaya memimpin Kodim 0101/Kota Banda Aceh.
Keduanya memiliki medan pengabdian yang berbeda. Namun, perjalanan tersebut sama-sama menjadi bagian dari kisah putra Aceh yang menorehkan jejak melalui bidang masing-masing.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Reza menjalankan amanah barunya sebagai Dandim 0101/Kota Banda Aceh. Latar belakangnya sebagai putra daerah dan pengalaman karier militernya menjadi bagian dari profil seorang perwira yang kembali bertugas di lingkungan masyarakat tempat ia tumbuh.
Dari warisan sepak bola sang ayah hingga pengabdian di dunia militer, perjalanan Reza Sahputra menjadi kisah tentang pilihan jalan hidup, proses panjang, dan tanggung jawab yang menyertai sebuah kepercayaan. (asp)



