ASPOST.ID- Menjelang genap dua tahun memimpin PT Pase Energi Migas (Perseroda), Direktur Utama Razali Abu menegaskan pentingnya keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam setiap aktivitas industri minyak dan gas bumi (migas) yang berlangsung di Kabupaten Aceh Utara.

Menurut Razali, keberadaan BUMD tidak hanya sebagai perusahaan daerah semata, tetapi harus menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memastikan manfaat investasi sektor energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Razali Abu resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pase Energi Migas sejak 26 November 2024 berdasarkan hasil rapat Kuasa Pemilik Modal (KPM), Panitia Seleksi, Sekretariat Panitia Seleksi, serta Tim Monitoring Seleksi Calon Direksi PT Pase Energi Migas (Perseroda) Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya pada November 2026, harapan terhadap PT Pase Energi Migas semakin besar. BUMD tersebut dinilai memiliki peluang strategis untuk berkembang menjadi perusahaan daerah yang produktif sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Aceh Utara.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di sektor energi dan migas, PT Pase Energi Migas memiliki posisi penting dalam membangun kemitraan dengan perusahaan nasional maupun swasta, membuka peluang investasi, serta menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah.

Selain meningkatkan PAD, perusahaan daerah itu juga diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal, dan menghadirkan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Penguatan tata kelola perusahaan yang profesional, peningkatan daya saing di tengah dinamika industri energi, serta perluasan jaringan investasi menjadi agenda penting yang harus terus diperkuat.

Razali menilai dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sangat dibutuhkan agar peran BUMD dapat semakin optimal, terutama dalam setiap proyek energi yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ia mencontohkan proses eksplorasi migas baru di Sumur Blok Rayeu D-1, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Menurutnya, PT Pase Energi Migas perlu dilibatkan sebagai representasi daerah agar manfaat ekonomi dari sektor migas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Pada kegiatan eksplorasi migas baru di Sumur Blok Rayeu D-1, kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam hal ini Bupati Aceh Utara dapat mendorong keterlibatan PT Pase Energi Migas sebagai BUMD daerah,” ujar Razali, kepada aspost.id, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menegaskan, seluruh perusahaan yang beroperasi di sektor energi dan migas di Aceh Utara seharusnya membangun sinergi dengan BUMD daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal.

“BUMD Aceh Utara harus menjadi motor penggerak dalam mencari sumber-sumber pendapatan asli daerah. Karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat penting agar setiap investasi di sektor migas turut memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Utara,” tegasnya.

Razali juga berharap dukungan dari Komisi III DPRK Aceh Utara sebagai mitra kerja BUMD, sehingga PT Pase Energi Migas dapat semakin optimal menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai keberhasilan PT Pase Energi Migas ke depan tidak hanya diukur dari kinerja perusahaan, tetapi juga dari sejauh mana BUMD tersebut mampu menjadi lokomotif peningkatan PAD dan memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Aceh Utara.(asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version

Error occurred