ASPOST.ID- Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah wilayah strategis di Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Operasi militer tersebut dilaporkan berdampak luas, dengan lebih dari 20 dari total 31 provinsi mengalami kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Informasi awal disampaikan oleh Bulan Sabit Merah Iran yang berafiliasi dengan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Juru bicara layanan penyelamatan nasional, Mojtaba Khaledi, menyebutkan tim darurat dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk mengevakuasi korban serta menyalurkan bantuan medis.

Di antara sejumlah titik serangan, tragedi paling memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Serangan udara menghantam kompleks pendidikan saat kegiatan belajar berlangsung. Laporan Middle East Eye menyebutkan sedikitnya 51 siswi berusia tujuh hingga 12 tahun meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat.

Bangunan sekolah runtuh sebagian, menyebabkan banyak siswa dan guru terjebak di bawah puing. Rekaman yang beredar memperlihatkan warga bersama relawan menggali reruntuhan dengan peralatan seadanya demi menyelamatkan korban yang masih hidup. Saat kejadian, sekitar 170 siswi dilaporkan berada di dalam gedung.

Ketegangan kian meningkat ketika Teheran melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Ledakan dilaporkan terdengar di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Bahkan, laporan menyebutkan getaran ledakan turut dirasakan hingga Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Situasi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan potensi konflik terbuka berskala regional. Sejumlah analis menilai rangkaian serangan dan balasan tersebut berisiko menyeret lebih banyak negara ke pusaran krisis keamanan Timur Tengah.

Perkembangan konflik ini juga menjadi sorotan media global, termasuk CNN Indonesia, yang melaporkan dampak kemanusiaan terus bertambah seiring operasi penyelamatan masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih menghitung jumlah korban dan kerusakan, sementara seruan gencatan senjata dari berbagai pihak internasional mulai mengemuka demi mencegah krisis yang lebih luas. (cnnindonesia/asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version