ASPOST.ID- Pasca setengah tahun bencana banjir besar menerjang Desa Kala Segi, Kabupaten Aceh Tengah, pada November 2025, jejak bencana masih membekas di hampir setiap sudut desa.
Jalan-jalan yang dipenuhi batu dan lumpur mengering, bangunan yang belum selesai diperbaiki, hingga hunian sementara yang tak kunjung rampung menjadi potret nyata bahwa proses pemulihan belum benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan pada Sabtu (11/7/2026) menunjukkan kondisi Desa Kala Segi masih jauh dari kata pulih. Sejumlah akses jalan masih tertutup material sisa banjir, sementara berbagai fasilitas yang semestinya mendukung pemulihan warga belum sepenuhnya tersedia. Aktivitas masyarakat pun masih dibayangi keterbatasan akibat dampak bencana yang belum sepenuhnya tertangani.
Di tengah kondisi tersebut, warga mengaku perhatian pemerintah mulai memudar. Bantuan yang sebelumnya sempat disalurkan kini disebut telah berhenti, padahal kebutuhan dasar masyarakat masih belum terpenuhi.
“Sampai sekarang kami masih membutuhkan bantuan. Dari pemerintah juga tidak pernah datang lagi bantuan,” ujar Jamaluddin, salah seorang warga Desa Kala Segi.
Menurutnya, warga masih membutuhkan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari pompa air, beras, selang, hingga penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) yang sampai saat ini belum selesai. Tanpa dukungan tersebut, proses pemulihan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat berjalan sangat lambat.
Desa Kala Segi dihuni sekitar 170 kepala keluarga (KK) yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak banjir. Bagi mereka, pemulihan pasca bencana bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan kepastian hidup yang sempat hilang.
Harapan masyarakat kini tertuju kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar kembali memberikan perhatian terhadap desa mereka. Warga berharap program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dipercepat sehingga pemulihan tidak berhenti di tengah jalan, dan Desa Kala Segi dapat kembali bangkit setelah berbulan-bulan hidup dalam bayang-bayang bencana. (asp)


