ASPOST.ID- Langit di atas Gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mendadak berubah muram pada Kamis sore, 9 April 2026. Hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 WIB tak sekadar membasahi tanah angin kencang yang menyertainya membawa kepanikan, menerjang rumah-rumah warga tanpa ampun.

Dalam hitungan jam, sedikitnya sepuluh unit rumah mengalami kerusakan. Atap beterbangan, dinding retak, dan sebagian bangunan tak lagi layak huni. Warga hanya bisa menyelamatkan diri dan barang seadanya saat cuaca ekstrem mencapai puncaknya sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kerusakan rumah warga bervariasi, dari ringan hingga berat. Sebagian besar pada bagian atap dan struktur lainnya,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, kepada awak media, Kamis malam (9/4).

Di antara korban terdampak, terdapat nama-nama seperti rumah milik Imam Ghazali, Erlina, Parina, Halimatun Sakdiah, Yendri Yesti, Zulkifli, Juli, Mahdi, Fadli, dan Ramli

Warga tersebut kini harus menghadapi kenyataan pahit, rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, berubah menjadi puing dalam sekejap.

Hingga malam hari, pemerintah setempat masih berjibaku melakukan pendataan dan membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, menunggu kepastian bantuan lanjutan.

“Pendataan masih berlangsung, termasuk evakuasi bagi warga yang membutuhkan,” lanjut Taruna.

Pemerintah juga menyiapkan langkah darurat dengan rencana pembangunan tenda sementara bagi korban dengan tingkat kerusakan berat. Upaya ini diharapkan dapat memberi perlindungan awal sebelum bantuan permanen direalisasikan.

Di tengah reruntuhan dan sisa-sisa atap yang berserakan, warga Hagu Selatan kini bertahan menyusun kembali harapan yang sempat diterbangkan angin. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version