ASPOST.ID- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan keandalan sistem kelistrikan di Tanah Rencong.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembangunan 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Seluruh pembangkit tersebut ditargetkan memiliki kapasitas total mencapai 59 megawatt peak (MWp).
General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra mengatakan pengembangan energi surya saat ini menjadi salah satu fokus utama PLN di Aceh. Setelah pembangunan PLTS berjalan, PLN akan melanjutkan eksplorasi terhadap sumber energi terbarukan lainnya, termasuk energi angin.
“Saat ini PLN UID Aceh sedang fokus untuk pembangunan PLTS dan selanjutnya kita baru akan bergerak pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau angin,”kata Eddi di Banda Aceh, Sabtu (29/8).
Menurut Eddi, pemanfaatan energi terbarukan merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan listrik Aceh sekaligus mendukung proses transisi menuju sistem energi yang semakin bersih dan berkelanjutan.
Dengan tambahan kapasitas dari 13 PLTS tersebut, PLN optimistis keandalan pasokan listrik di Aceh akan semakin kuat.
“Insya Allah, daya yang dihasilkan ini akan semakin meningkatkan keandalan energi di Tanah Rencong,” katanya.
Cadangan Listrik Aceh 411 MW
Di sisi lain, kondisi sistem kelistrikan Aceh saat ini dinilai berada dalam posisi cukup aman. Total kapasitas daya yang tersedia mencapai 1.049 MW, sementara beban puncak kelistrikan berada di angka sekitar 638 MW.
Artinya, Aceh memiliki cadangan daya (reserve margin) sekitar 411 MW, yang menjadi salah satu modal penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.
“Alhamdulillah, sistem kelistrikan kita memiliki cadangan daya (reserve margin) yang sangat aman, yaitu sebesar 411 MW. Ini juga sangat cukup mendukung kegiatan investasi di Aceh,” kata Eddi.
PLN UID Aceh memastikan pengembangan EBT akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi sumber energi yang tersedia di berbagai wilayah.
Tidak hanya PLTS, pengembangan energi angin juga mulai dipersiapkan sebagai langkah lanjutan untuk memperluas bauran energi bersih di Aceh.
Dengan potensi EBT yang besar, PLN menargetkan transformasi sektor energi di Aceh tidak hanya mampu memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan fondasi kelistrikan yang lebih kuat untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa tersebut.(asp)

