ASPOST.ID- Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masih rawan terhadap gempa bumi. Dimana pada 26 Desember 2004 silam, Aceh diguncang gempa bumi bermagnitudo 9,3 hingga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang meluluhlantakkan ibukota Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.

Akibat gempa dan tsunami Aceh itu, 230 ribu jiwa warga meninggal dunia dan 500 ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal dalam bencana gempa terbesar ke-5 yang pernah ada dalam sejarah.

Tepatnya, pada Sabtu (5/3/2022) sekira pukul 19.02 WIB, daerah Barat Daya Calang, Kabupaten Aceh Jaya diguncang gempa bumi berkekuatan M 5.9.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa yang terjadi itu berada pada kedalaman 17 kilometer dengan lokasi gempa 82 kilometer Barat Daya Calang, Aceh Jaya.

Sedangkan, titik koordinat gempa bumi berada pada 4.56 Lintang Utara (LU) dan 94.84 Bujur Timur (BT). BMKG menyampaikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. “Tidak berpotensi tsunami. Tetapi, hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.”

Gempa bumi itu, selain dirasakan oleh masyarakat di Aceh Jaya, juga terasa ke Meulaboh, Banda Aceh, Aceh Besar, dan hingga Pidie. Skala MMI atau kekuatan gempa bumi yang dirasakan di setiap daerah itu berbeda-beda. “Aceh Jaya dan Meulaboh MMI V, Banda Aceh dan Aceh Besar MMI IV. Selain itu, Pidie MMI II-III.”. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version