ASPOST.ID- Pemerintah Aceh menyatakan kesiapannya untuk kembali menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional, setelah lebih dari empat dekade terakhir. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan MTQ Aceh dan Implementasi Syariat Islam yang digelar di Aula Dinas Syariat Islam Aceh, Kamis (7/8/2025).

Plt Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menyebutkan bahwa momentum menjadi tuan rumah MTQ Nasional bukan hanya soal kebanggaan daerah, tapi juga bagian dari upaya meneguhkan Aceh sebagai pusat syiar Islam di Indonesia.

“Sudah lebih dari 40 tahun sejak Aceh menjadi tuan rumah MTQ Nasional di Masjid Raya Baiturrahman. Kini semangat itu perlu kita hidupkan kembali,” ujar Nasir.

Dengan statusnya sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan syariat Islam secara formal, Nasir menilai Aceh sangat layak menjadi panggung nasional bagi kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia juga menyoroti keberhasilan Aceh dalam menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 sebagai bukti kesiapan infrastruktur dan sumber daya.

“Kita percaya, dengan kekuatan sejarah, potensi sumber daya, dan kesiapan infrastruktur, Aceh siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2028,” tegasnya.

Nasir pun meminta Dinas Syariat Islam Aceh segera mempelajari seluruh persyaratan pengajuan tuan rumah dan menyusunnya secara komprehensif agar usulan ke pemerintah pusat dapat diterima.

MTQ Aceh ke-XXXVII di Pidie Jaya Juga Jadi Sorotan

Di sisi lain, perhatian juga difokuskan pada pelaksanaan MTQ Provinsi Aceh ke-XXXVII yang akan digelar di Pidie Jaya tahun ini. Nasir mengingatkan seluruh pihak penanggung jawab agar menyiapkan pelaksanaan secara maksimal, mulai dari aspek teknis hingga kenyamanan peserta dan pengunjung.

“Saya berharap pelaksanaan MTQ nanti benar-benar berkesan, tertib, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak,” katanya.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa pembangunan gedung utama arena MTQ telah mencapai 81 persen, dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus atau awal September.

“Hari ini Pemkab Pijay mengurus pencairan dana tahap berikutnya ke Badan Pengelolaan Keuangan Aceh. Kami berharap prosesnya bisa dipercepat agar pembangunan tidak terhambat,” jelasnya.

Hasan Basri juga meminta dukungan Pemerintah Aceh untuk pengadaan fasilitas pendukung seperti mobil sampah dan mobil tangki air, guna mendukung kelancaran operasional selama MTQ berlangsung. Ia turut membuka ruang dialog dengan seluruh kafilah kabupaten/kota agar penyelenggaraan MTQ kali ini berjalan maksimal dan menjadi pengalaman yang berkesan.

Dukungan Penuh dari Lintas Pemangku Kepentingan

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri, Sekda Kabupaten Pidie Jaya Munawar Ibrahim, serta kepala dinas syariat Islam dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

Komitmen kolektif ini menjadi landasan kuat bagi Aceh dalam menyambut dua agenda besar: MTQ Provinsi di Pidie Jaya dan usulan tuan rumah MTQ Nasional 2028. (asp/ril)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version