ASPOST.ID- Komandan Distrik Militer (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menyoroti masih adanya ketidaksinkronan data kerusakan rumah yang disampaikan oleh pihak kecamatan dan unsur TNI di lapangan. Ia menegaskan pentingnya keseragaman data agar dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum.
Hal tersebut disampaikan Letkol Arh Jamal Dani Arifin dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Aceh Utara, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu lalu (21/1) pagi. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, dan dihadiri unsur Forkopimda serta para camat.
Dalam penyampaiannya, Dandim menegaskan bahwa perubahan data yang terus terjadi di tingkat kecamatan menjadi persoalan serius. Ia bahkan mengaku menegur Danramil di jajarannya akibat ketidaksesuaian data yang diterima.
“Saya sampaikan, Pak Camat, datanya berubah-ubah terus. Danramil saya sampai kena marah dari saya karena kenapa datanya tidak sama,” ujar Dandim.
Meski demikian, Dandim tetap memberikan apresiasi kepada para camat yang telah bekerja maksimal di lapangan dengan segala keterbatasan yang ada. Ia menekankan bahwa permasalahan tersebut bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memperbaiki koordinasi lintas sektor.
“Saya yakin para camat sudah berupaya semaksimal mungkin. Saya juga mengapresiasi kerja di lapangan. Tapi koordinasi antara camat, Kapolsek, Danramil, dan Babinsa harus diperkuat,” tegasnya.
Menurut Dandim, data yang telah sinkron dan disepakati bersama akan jauh lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, hingga saat ini masih ditemukan perbedaan penilaian tingkat kerusakan rumah di lapangan.
“Masalahnya masih ada data yang belum sinkron. Rumah si A misalnya, di data camat rusak berat, tapi di data Danramil rusak ringan. Itu saya temukan langsung di lapangan,” ungkapnya.
Untuk itu, Dandim meminta seluruh pihak kembali melakukan kolaborasi dan koordinasi secara menyeluruh agar tidak terjadi perbedaan data yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Datanya harus sama dan disepakati bersama, karena ini semua akan dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (red)

