ASPOST.ID- Fajar baru saja merekah di ufuk Timur ketika lantunan zikir dan langkah-langkah jamaah mulai memenuhi halaman Masjid Haji Muhammad Hanafiah, Gampong Ranto, Kecamatan Lhoksukon. Dalam keheningan subuh, semangat kebangkitan umat justru terasa menguat melalui Safari Subuh yang digelar Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara, pada Sabtu (2/5).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah berjamaah, tetapi telah menjelma menjadi ruang pembinaan ruhani sekaligus gerakan sosial-keagamaan yang menghidupkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Dipandu oleh Sekretaris Kompas Aceh Utara, Tgk. Murhaban, S.H.I., jalannya acara berlangsung tertib, komunikatif, dan sarat makna. Nuansa kekeluargaan berpadu dengan kesungguhan ibadah, menghadirkan atmosfer yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga membangkitkan semangat kolektif jamaah.

Dalam tausiyahnya, Kepala KUA Kecamatan Lhoksukon, Abi Muhammad Sofian, S.H.I., mengajak jamaah meneladani ketulusan dan pengorbanan para tokoh besar dalam sejarah Islam. Ia mengangkat kisah agung Sayyidah Khadijah, sosok yang mengorbankan seluruh harta dan hidupnya demi mendukung dakwah Rasulullah SAW.

“Di penghujung hayatnya, Khadijah tidak mengeluhkan apa yang telah ia berikan. Justru yang ia khawatirkan adalah siapa yang akan melanjutkan perjuangan Rasulullah setelah dirinya tiada. Ini adalah puncak keikhlasan iman,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Ia juga menyinggung keteladanan para sahabat, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menginfakkan seluruh hartanya dalam Perang Tabuk, serta Utsman bin Affan yang menyumbangkan kekayaan besar demi kepentingan umat.

“Sejarah mencatat, kejayaan Islam dibangun di atas fondasi keikhlasan dan pengorbanan. Inilah nilai yang harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Kompas Aceh Utara, Ustadz H. Syaifuddin Fuady, S.Ag., M.A., menyoroti dimensi strategis waktu Subuh sebagai titik awal perubahan. Menurutnya, Subuh bukan hanya momentum ibadah, melainkan energi kebangkitan yang menyatukan kekuatan ruh dan kejernihan akal.

“Subuh adalah fondasi. Jika ia kuat, maka arah hidup kita akan lebih terjaga, penuh keberkahan, dan produktif,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan zikir bersama yang dipimpin Ketua Kompas Aceh Utara, Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, S.S.T., M.T., didampingi Tgk. Irfan Hadi, CPS. Lantunan zikir yang menggema menciptakan suasana batin yang teduh, sekaligus mempererat ukhuwah di antara jamaah.

Safari Subuh Kompas Aceh Utara kembali menegaskan perannya sebagai lebih dari sekadar agenda rutin. Ia hadir sebagai gerakan kultural dan spiritual yang menumbuhkan kesadaran kolektif, memperkuat iman, serta menyalakan kembali spirit pengorbanan demi kemuliaan agama di tengah dinamika zaman.(asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version