ASPOST.ID- Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh tidak menyurutkan aktivitas jaringan peredaran narkotika. Di tengah kondisi darurat tersebut, aparat penegak hukum justru berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar di wilayah Aceh Timur.

Kolaborasi Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali membuahkan hasil signifikan. Melalui operasi gabungan, aparat berhasil mengungkap dan menyita narkotika jenis sabu seberat 100 kilogram yang diduga kuat akan diedarkan di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama intensif antara BNN dan tim gabungan DJBC yang terdiri dari Direktorat Interdiksi Narkotika (DIN), Kantor Wilayah DJBC Aceh, serta Bea Cukai Langsa.

Penindakan dilakukan pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 22.45 WIB di Jalan Lintas Sumatra Medan–Aceh, tepatnya di wilayah Seunebok, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Dalam operasi tersebut, petugas menghentikan dan memeriksa satu unit kendaraan yang dicurigai membawa narkotika.

Hasil pemeriksaan menemukan 100 kilogram sabu yang dikemas dalam lima karung, masing-masing berisi 20 bungkus sabu seberat 1 kilogram. Barang haram tersebut disembunyikan untuk mengelabui petugas.

Tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Pusat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat juga akan melakukan analisis mendalam terhadap barang bukti guna mengembangkan penyelidikan dan membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Keberhasilan operasi ini menegaskan peran strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika, khususnya melalui fungsi interdiksi di wilayah perbatasan dan jalur distribusi rawan. Sinergi antara BNN, Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC, Kanwil DJBC Aceh, dan Bea Cukai Langsa mencerminkan komitmen kuat antarinstansi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Pemberantasan narkoba merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Bea Cukai Langsa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program tersebut melalui kerja sama lintas instansi dan penguatan pengawasan.

Selain itu, peran serta masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) guna mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkotika. (red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version