ASPOST.ID- Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan komunitas futsal di Lhokseumawe sebagai ruang memperkuat solidaritas sekaligus menggaungkan gerakan anti judi online di kalangan generasi muda.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dirangkai dengan buka puasa bersama pada Selasa (17/3) itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi lintas generasi dalam membangun komitmen kolektif menghadapi ancaman sosial digital yang kian masif.

Melibatkan atlet aktif, mantan pemain, hingga pengurus futsal dari berbagai era, kegiatan ini dinilai strategis dalam memperkuat karakter, mentalitas, serta kesadaran hukum generasi muda melalui pendekatan olahraga.

Sekretaris LPPM Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Eng. M. Fikry, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran vital sebagai benteng sosial dalam menghadapi degradasi moral, termasuk maraknya praktik judi online yang menyasar anak muda.

“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen pembinaan karakter. Kolaborasi akademisi dan komunitas olahraga harus terus diperkuat agar lahir generasi yang tangguh, berintegritas, dan sadar hukum,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Futsal Kota Lhokseumawe periode 2021–2025, Ferdy Saputra, menyebut pertemuan tiga generasi tim futsal PORA sebagai momen langka yang sarat nilai historis. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi simbol kesinambungan pembinaan olahraga di daerah.

“Ini bukan sekadar reuni, tetapi ruang transfer pengalaman dan nilai-nilai positif antar generasi,” katanya.

Diskusi yang berlangsung turut menghadirkan akademisi dan praktisi hukum yang mengulas bahaya laten judi online dari perspektif hukum dan sosial. Penekanan diberikan pada pentingnya edukasi sejak dini serta peran aktif komunitas dalam mencegah penyimpangan perilaku di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pembina Self Management Indonesia, Azwar Jafar, bersama Muhammad Zaki, memberikan motivasi terkait pentingnya pengelolaan diri dalam menghadapi tekanan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah akademisi, di antaranya Dr. Hadi Iskandar, S.H., M.H., Dr. Yusrizal Hasbi, S.H., M.H., Dr. Budi Bahreisy, S.H., M.H., serta Romi Asmara, S.H., M.Hum., yang turut memperkaya perspektif intelektual dalam penguatan nilai hukum dan karakter generasi muda.

Melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan komunitas olahraga, futsal diharapkan tidak hanya menjadi arena prestasi, tetapi juga medium efektif dalam membangun ekosistem generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh negatif digital. (red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version

Error occurred