“Empat dekade lebih PT Pupuk Iskandar Muda meneguhkan peran bukan hanya sebagai produsen pupuk nasional, tetapi motor penggerak sosial, ekonomi, dan lingkungan di Aceh”
ASPOST.ID- Memasuki usia ke-44 tahun, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara, menandai perjalanannya dengan pendekatan yang lebih dari sekadar seremoni ulang tahun. Perusahaan pupuk nasional yang bermarkas di Aceh Utara ini memanfaatkan momentum hari jadi sebagai panggung konsolidasi peran industri untuk masyarakat, melalui penguatan pendidikan generasi muda, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga aksi sosial berkelanjutan.
Mengusung tema “Rising Together, Becoming Stronger”, PIM menegaskan bahwa pertumbuhan korporasi harus berjalan beriringan dengan kemajuan lingkungan sosial di sekitarnya. Prinsip tersebut diwujudkan melalui rangkaian program terpadu sepanjang Ramadan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Fokus pada pembangunan karakter generasi muda menjadi prioritas. Sebanyak 125 siswa sekolah dasar mengikuti program Gema Anak Sholeh, disusul pembinaan Tahfiz Ramadan bagi 270 pelajar tingkat SD hingga SMA. Program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi religius, percaya diri, sekaligus berdaya saing.
Tak berhenti di sektor pendidikan, perusahaan juga memperkuat sarana ibadah dan dayah melalui program PIM Saweu Dayah dengan menyalurkan bantuan perlengkapan ke lima masjid dan enam dayah di Kecamatan Dewantara. Dukungan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar dan ibadah yang lebih layak serta nyaman bagi masyarakat.
Di sektor sosial, komitmen nyata terlihat lewat peresmian Rumah Sehat Sederhana (RSS) ke-300 bersama Yayasan Zakat PIM. Capaian ini menjadi tonggak penting konsistensi perusahaan dalam menyediakan hunian layak bagi keluarga prasejahtera. Angka 300 bukan sekadar statistik, tetapi simbol keberlanjutan program kemanusiaan yang telah berjalan bertahun-tahun.
Suasana kebersamaan juga terasa dalam Safari Ramadan, di mana santunan disalurkan kepada 700 anak yatim dari desa-desa sekitar perusahaan. Langkah ini mempertegas kehadiran industri sebagai bagian dari ekosistem sosial, bukan entitas yang terpisah dari masyarakat.
Sementara itu, penguatan ekonomi lokal diwujudkan melalui PIM Ramadan Fair 2026. Sebanyak 20 pelaku UMKM dari Aceh Utara dan Lhokseumawe difasilitasi lapak gratis untuk memperluas akses pasar. Skema ini dinilai efektif mendorong perputaran ekonomi mikro sekaligus membuka peluang usaha baru selama Ramadan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tabligh akbar yang dihadiri karyawan dan masyarakat umum, menghadirkan suasana reflektif sekaligus mempererat ikatan spiritual antara perusahaan dan lingkungan sekitarnya.
Sebelumnya, saat banjir besar melanda Aceh Utara pada akhir 2025, PIM juga tercatat aktif menyalurkan bantuan sembako, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan darurat lain bagi warga terdampak. Respons cepat tersebut memperlihatkan komitmen perusahaan untuk hadir tidak hanya saat kondisi normal, tetapi juga di masa krisis.
Empat dekade lebih berdiri, PIM kini menegaskan identitasnya sebagai industri yang tak semata mengejar target produksi, melainkan juga dampak sosial. Perayaan HUT ke-44 menjadi penanda bahwa keberhasilan perusahaan diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan warga, PIM menatap masa depan dengan optimisme: tumbuh lebih kuat, berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional dan kemajuan Aceh. (adv)
