ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat merespons dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara. Aksi gotong royong pembersihan lingkungan digelar sebagai upaya percepatan pemulihan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe, Said Bachtiar, dan berlangsung di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada Sabtu (3/1). Fokus utama aksi ini adalah membersihkan fasilitas pendidikan dan ruang publik yang terdampak bencana agar dapat kembali difungsikan secara optimal.
“Sesuai arahan Wali Kota Lhokseumawe, Dinas PUPR menurunkan lebih dari 100 personel yang terdiri dari ASN serta PPPK penuh waktu dan paruh waktu. Mereka dikerahkan untuk membersihkan fasilitas umum terdampak, termasuk SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Muara Batu,” ujar Said Bachtiar saat dikonfirmasi aspost.id, pada Sabtu (3/1).
Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong ini juga melibatkan PPPK dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Para peserta turun langsung membersihkan lumpur, sampah, dan material sisa longsoran yang menghambat akses jalan serta mengganggu fungsi fasilitas umum.
Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan sinergi lintas instansi sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana dan perlindungan kepentingan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemulihan lingkungan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” tutupnya.
Sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas antar wilayah sekaligus wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat pascabencana.
Menurutnya, bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Utara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari daerah sekitar.
“Kita akan menurunkan personel untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan di daerah terdampak banjir. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Sayuti. (asp)

