ASPOST.ID- Menyambut momentum meugang, Pemerintah Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan solidaritas sosial melalui pembagian daging meugang gratis yang dirangkaikan dengan penyaluran program tanggung jawab sosial Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Kegiatan yang dipusatkan di meunasah gampong pada Selasa (17/2), menyasar seluruh warga yang terdata dalam Kartu Keluarga (KK). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan manfaat tradisi meugang agar dapat dirasakan tanpa terkecuali oleh masyarakat.

Tradisi meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang telah berlangsung sejak era Kesultanan Aceh, menjadi simbol kebersamaan sekaligus ungkapan syukur dalam menyambut hari besar keagamaan, termasuk bulan suci Ramadhan.

Tgk. Chairul Rajuli selaku Nota Dinas (ND) Keuchik Lhok Mon Puteh menegaskan, kolaborasi antara pemerintah gampong dan BUMG ini tidak hanya berorientasi pada pembagian daging, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga di tingkat akar rumput.

Menurutnya, program tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif kepemimpinan sebelumnya di bawah Muhammad Syafari, yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan gampong.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan seluruh warga dapat menikmati tradisi meugang dengan penuh kebahagiaan. Ini bukan sekadar pembagian daging, tetapi bentuk nyata kepedulian dan komitmen sosial,” ujar ND Keuchik Lhok Mon Puteh, kepada aspost.id, pada Senin (16/2).

Ia mengatakan, untuk menjaga daging meugang tepat sasaran, warga diwajibkan membawa fotokopi Kartu Keluarga saat pengambilan. Distribusi tidak diperkenankan diwakilkan oleh pihak yang tidak tercantum dalam KK guna memastikan pemerataan dan transparansi.

Pemerintah gampong berharap semangat gotong royong yang terus dijaga dapat memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Tradisi berbagi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan fondasi sosial dalam membangun kebersamaan dan kepedulian yang berkelanjutan di tingkat desa. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version