ASPOST.ID- Pemerintah Provinsi Aceh mempercepat langkah pengendalian inflasi pangan dengan menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Lhokseumawe, Selasa (7/4/2026). Intervensi pasar ini menjadi bagian dari strategi terukur pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlanjut.

Dipusatkan di kawasan Masjid Islamic Center, Kecamatan Banda Sakti, program ini langsung disambut antusias warga. Sejak pagi, ratusan masyarakat memadati lokasi untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok bersubsidi dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Melalui kolaborasi antara Dinas Pangan Aceh, Perum Bulog, dan Pemerintah Kota Lhokseumawe, pemerintah menghadirkan paket pangan senilai Rp156.000. Paket tersebut mencakup beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, serta satu papan telur ayam komoditas utama yang selama ini menjadi penyumbang signifikan inflasi daerah.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa program GPM merupakan instrumen strategis untuk menstabilkan harga pangan dan menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.

“Intervensi ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menyebut pendekatan distribusi langsung atau “jemput bola” menjadi kunci efektivitas program, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang paling terdampak kenaikan harga.

Peninjauan lapangan turut dilakukan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam memastikan kelancaran distribusi dan keberlanjutan program.

“Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga stabilitas ekonomi daerah sepanjang tahun 2026,” kata Husaini.

Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe, menargetkan program ini tidak hanya meredam gejolak harga dalam jangka pendek, tetapi juga memperkokoh fondasi ketahanan pangan daerah di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks. (red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version