ASPOST.ID- Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Lhokseumawe menegaskan komitmen memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui penguatan peran ulama dayah di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang kian kompleks.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum PW HUDA Lhokseumawe, Abiya Tarmizi Umar, S.Pd, usai pelantikan pengurus PW HUDA Lhokseumawe periode 2025–2030 yang berlangsung di Masjid Syuhada Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kamis (22/1/2026) malam.
Pelantikan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dirangkai dengan Pengajian Akbar Abu Mudi serta penggalangan dana untuk korban banjir di sejumlah wilayah Aceh.
“Kami ingin memastikan ulama dayah tetap menjadi rujukan utama umat, terutama dalam menghadapi persoalan sosial seperti kenakalan remaja dan maraknya praktik judi online di Kota Lhokseumawe,” ujar Abiya.
Menurutnya, gejala pendangkalan akidah mulai terdeteksi di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, penguatan peran ulama dayah dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga kemurnian akidah sekaligus ketahanan moral umat di tengah derasnya arus modernisasi.
Pelantikan pengurus ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) PW HUDA Lhokseumawe yang digelar pada 23 Agustus 2025. Kepengurusan sebelumnya berakhir pada 24 Oktober 2025, sehingga pelantikan tersebut menjadi penanda resmi dimulainya masa khidmat kepengurusan baru.
Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Abiya Tarmizi Umar, S.Pd dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Tgk. H. Mirza Gunawan, M.A.P. sebagai Sekretaris Umum dan Tgk. Ismail A. Manaf, S.E. sebagai Bendahara Umum. Pelantikan dilakukan berdasarkan mandat Pengurus Besar (PB) HUDA setelah seluruh berkas hasil Muswil dan susunan pengurus disampaikan secara resmi.
Sekretaris Umum PW HUDA Lhokseumawe, Tgk. H. Mirza Gunawan, M.A.P., akrab disapa Ustaz Gunawan, berharap kepengurusan baru mampu bekerja optimal dalam memperkuat penerapan syariat Islam melalui pengkaderan ulama dan pelaksanaan program-program strategis organisasi.
“Ini merupakan periode ketiga saya dipercaya sebagai Sekretaris Umum. Semoga seluruh pengurus dapat bekerja maksimal dalam memperkuat penerapan syariat Islam melalui pengkaderan ulama dan program PW HUDA Lhokseumawe lainnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan pelantikan turut diisi Pengajian Akbar Abu Mudi dengan tema “Respons Ulama Dayah terhadap Bencana Banjir Aceh”. Tema tersebut menegaskan peran ulama dayah yang tidak hanya hadir di mimbar dakwah, tetapi juga terlibat langsung membantu masyarakat dalam situasi darurat kebencanaan.
Sejumlah daerah di Aceh saat ini dilaporkan terdampak banjir, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen, akibat banjir bandang dan longsor. HUDA telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa sembako, pakaian layak pakai, dana tunai, serta kebutuhan dasar lainnya.
Pada tahap selanjutnya, bantuan akan difokuskan pada pemulihan masjid-masjid yang terdampak agar dapat kembali difungsikan menjelang bulan Ramadan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penggalangan dana umum, termasuk partisipasi dari para pengurus yang baru dilantik.
Seluruh dana yang terkumpul diserahkan oleh PW HUDA Lhokseumawe kepada PB HUDA untuk selanjutnya disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan di akhir pengajian akbar, disaksikan jamaah, serta disertai berita acara dan laporan pertanggungjawaban.
PW HUDA Lhokseumawe juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sebelumnya, organisasi ini bekerja sama dengan Dinas Dayah Aceh menggelar Training of Trainer (ToT) Kader Dakwah Dayah pada Juli 2024 di Lhokseumawe yang melibatkan santri dari 35 dayah.
Sementara itu, Sekretaris Umum PB HUDA, Abiya Anwar Usman Kuta Krueng, menyambut baik pelantikan tersebut dan menilai konsolidasi organisasi di tingkat daerah sebagai langkah penting dalam menjaga eksistensi ulama dayah di tengah arus modernisasi.
“Konsolidasi organisasi seperti ini sangat penting agar ulama dayah tetap kuat, adaptif, dan relevan dalam menjawab berbagai persoalan umat,” katanya.
Pelantikan, pengajian akbar, dan penggalangan dana ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (asp)

