ASPOST.ID- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Lhokseumawe, melakukan patroli gabungan ke sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, pada Jum’at malam, 5 April 2024.
Patroli gabungan itu langsung dihadiri oleh Pj Wali Kota Lhokseumawe A.Hanan, Danrem 011/ Lilawangsa Kolonel Kav Kapti Hertantyawan, Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) Andi Susanto, Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, Dandim 0103/Aut Letkol Kav Makhyar, Dandenpom IM/1 Lhokseumawe Mayor Cpm Darwin Nasution, SH, Asisten I Setdako Lhokseumawe, M Maxalmina, Kepala Satpol PP WH dan Linmas Lhokseumawe Heri Maulana serta sejumlah personil TNI-Polri hingga Satpol PP- WH Kota Lhokseumawe.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, S.I.K dalam kesempatan itu menyampaikan, patroli gabungan ini dilakukan untuk memastikan situasi Kamtibmas dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe dalam kondisi aman dan terkendali.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya-upaya pengamanan ini dengan memberikan informasi yang diperlukan dan menjaga situasi keamanan di sekitar mereka. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam hal pelaporan dan pemantauan lingkungan untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
Selain itu, kata Kapolres, dalam rangka Operasi Keutupat Seulawah 2024 Polres Lhokseumawe mendirikan empat pos pengamanan. Dua diantaranya sebagai Pos Pam pantau jalur lalu lintas mudik dan dua lainnya sebagai Pos Pantau lokasi wisata yaitu pantai Ujong Blang, Lhokseumawe dan Pos Pantai di lokasi Gunung Salak, Aceh Utara.
Menurut dia, ada dua titik rawan laka lantas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, yaitu di kawasan Samudera dan Kreung Mane, menjadi fokus utama. Kondisi ruas jalan yang sempit telah menyebabkan risiko kecelakaan yang perlu diwaspadai.
Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, lanjut Henki, tim pengamanan telah menjadwalkan patroli rutin pada jam-jam tertentu, terutama setelah salat tarawih hingga dini hari.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan di sekitar lokasi wisata dan titik rawan laka.
Selain itu, tim juga telah berhasil mendata rumah-rumah yang ditinggalkan oleh warga, sehingga patroli dapat dilakukan dengan lebih efektif dan tepat sasaran.Selain upaya pengamanan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius.
Sejumlah supir akan menjalani tes urine sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku yang tidak diinginkan. Tes ini dilakukan secara berkala, H-5 sebelum operasi dimulai dan akan diulang lagi H-1 menjelang pelaksanaan, sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kewaspadaan selama pelaksanaan tugas. (asp/ril)

