ASPOST.ID- Pegawai Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara di Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, ditemukan tewas tergantung di ruang kerjanya pada Selasa malam, (10/9).

Korban, bernama Hafri Husaini atau akrab disapa Bison yang selama ini dikenal dekat dengan rekan-rekan wartawan. Ia bekerja di bagian pengelolaan limbah rumah sakit setempat. Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 16.30 WIB saat memasuki RSUCM dan langsung menuju ruang kerjanya.

Kemudian, korban terlihat oleh petugas keamanan sedang membersihkan dan membakar sampah di area yang tidak jauh dari ruangannya. Namun, sekitar pukul 18.55 WIB, korban ditemukan tidak bernyawa oleh salah seorang rekannya yang hendak menyimpan kompresor di ruang kerja korban.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Iptu Yudha Prasatya, S.H. menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi, Iskandar, seorang petugas limbah, sekitar pukul 18.30 WIB ia hendak mengembalikan kompresor ke dalam ruangan Instalasi Limbah.

Namun, kata Yudha, ketika sampai di lokasi, pintu ruangan terkunci. Kemudian saksi memanjat pagar untuk melihat ke dalam, dan berhasil menemukan korban dalM posisi tergantung dengan tali nilon berwarna hijau terikat pada jeruji besi.

Lalu, Iskandar segera memanggil petugas keamanan, Akmal Amsari, dan melaporkan kejadian tersebut kepada staf rumah sakit. Dan diinformasikan kepada Polres Lhokseumawe.

“Tadi malam, pukul 20.00 WIB
tim Polres Lhokseumawe turun kelokasi dan segera mengamankan barang bukti berupa tali simpul hidup yang digunakan korban, kursi yang diduga dipakai untuk memanjat, sepasang sandal kulit, dan selembar kertas yang berisikan tulisan tangan berupa pesan wasiat untuk anak-anak korban,”jelas Kasat Reskrim kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya juga langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendokumentasikan lokasi serta kondisi korban yang ditemukan dengan bekas luka berparit, bersambung mengelilingi seluruh leher berwarna merah kecoklatan kering dengan posisi diatas jakun korban. Kemudian bagian lidah terjulur dan tergigit tampak air ludah mengelilingi mulut dan dijumpai cairan berwarna putih.

“Untuk mengungkap apa dibalik kejadian itu kita masih melakukan penyelidikan terkait perkara ini dan terus mendalami untuk mengurai fakta peristiwa yang terjadi,”terangnya.

Dilokasi juga ditemukan sepucuk surat yang diduga ditujukan kepada anaknya. Surat itu seperti surat wasiat yang dituliskan oleh korban. Surat itu berisikan agar anak-anaknya ikhlas atas kepergiannya. Korban juga berpesan kepada kedua anaknya, yakni Zaki dan Malikul untuk taat kepada Allah dan Rasul dan patuh kepada orang tua. Untuk anaknya Zaki, korban berpesan agar dapat melindungi adiknya Malikul dan membimbingnya serta tidak memarahi. Sebagai ayah dirinya berpesan agar keduanya harus berhasil di dunia.

Sementara untuk jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Bahkan,
pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban serta mengeluarkan surat pernyataan bahwa keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version