ASPOST.ID- Jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di Pendopo Tarbiyah Islamiyah, Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, pada Kamis malam (4/9/2025). Kegiatan ini turut diisi dengan doa bersama untuk keselamatan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolsek Muara Dua, Kepala Puskesmas Kandang, Kepala Dusun Meunasah Mee, serta tokoh-tokoh masyarakat dan jamaah Tarbiyah Islamiyah.
Sebagai bentuk persiapan menyambut hari besar Islam ini, sehari sebelumnya masyarakat bersama aparatur desa dan instansi terkait melaksanakan gotong royong membersihkan area pendopo.
Ikut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut antara lain Kapolsek Muara Dua, Danposramil Muara Dua, Kepala Puskesmas Kandang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, aparatur Gampong Meunasah Mee, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut hari kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Dalam momentum peringatan Maulid tersebut, jamaah Tarbiyah juga memanjatkan doa khusus bagi Tanah Rencong dan Indonesia agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberi keamanan, ketentraman, dan dijauhkan dari perpecahan.
Doa juga ditujukan untuk para pemimpin bangsa, khususnya Gubernur Aceh dan Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah memimpin negeri ini.
Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i Aceh, Tgk. Muhammad Fuadi, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai peninggalan Sultan Malikussaleh dan para Wali Songo sebagai rujukan dalam membangun bangsa.
“Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i ini adalah warisan Sultan Malikussaleh, bagian dari sejarah dan jati diri negeri ini. Jika kita abaikan warisan spiritual dan kultural tersebut, maka bangsa ini akan terus dilanda kekacauan. Saatnya pemerintah menjadikannya sebagai acuan dalam pembangunan,” tegas Tgk. Muhammad Fuadi.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan, diakhiri dengan zikir, tausiah, serta pembacaan doa keselamatan untuk umat dan bangsa. (asp)

