Patut Ditiru, Janda Pemulung Lhokseumawe Berkurban

LHOKSEUMAWE (ASP)- Rosmiati (63) berstatus janda asal Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, niatnya berkuban tahun ini terwujud sudah. Janda empat anak ini yang berprofesi sebagai pemulung barang bekas, telah menyerahkan uang kurban kepada panitia kurban gampong setempat, kemarin.

Rosmiati berkurban bersama enam warga lainnya. Masing-masing menyerahkan uang Rp 2,3 juta dengan total dari 7 orang itu sebesar Rp 16,1 juta untuk membeli satu sapi kurban.

“Kak Rosmiati sudah menyerahkan uang Rp2,3 juta untuk kurban kepada panitia kurban yang diterima Pak Keuchik Uteun Bayi, Agussalim Ismail. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kita melaksanakan kurban sistem arisan. Jadi, tujuh orang masing-masing Rp2,3 juta untuk membeli satu sapi kurban,” ujar Ramli, anggota panitia kurban di Gampong Uteun Bayi, Senin, 20 Juli 2020.

Ramli menyebutkan, pihaknya merasa terharu karena Rosmiati yang merupakan pemulung barang bekas ternyata ikut berkurban pada tahun ini. “Kak Rosmiati hari-harinya mengumpulkan barang bekas di TPA Dusun Blang Rayek Gampong Uteun Bayi. Beliau menjanda sejak suaminya, seorang penarik becak, meninggal dunia pada masa Aceh berstatus DOM (Daerah Operasi Militer). Ada empat anaknya, salah satunya mengalami keterbelakangan mental,” katanya.

“Kak Rosmiati awalnya warga Dusun Jeuleupee Gampong Uteun Bayi, sekarang beliau tinggal di Dusun Blang Rayek. Rumahnya tidak jauh dari TPA Blang Rayek. Meskipun beliau sebagai pemulung dan sudah sangat lama menjadi janda, tapi ikut berkurban. Ini membuat kita sangat terharu. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Kak Rosmiati ini dapat memotivasi masyarakat lainnya, yang kehidupannya jauh lebih baik dari segi ekonomi, agar ikut berkurban. Jika tidak mampu tahun ini, bisa berkurban tahun depan,” tutur Ramli yang juga Kepala Lorong Jeuleupee.

Ramli menambahkan, sejauh ini sudah terkumpul uang dari masyarakat Uteun Bayi yang diserahkan kepada panitia kurban untuk membeli 11 sapi kurban. “Kemungkinan akan terus bertambah. Pengalaman tahun lalu 14 sapi dan 54 kambing kurban dari masyarakat Uteun Bayi,” ucapnya, seperti dilansir portalsatu.(asp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here