ASPOST.ID- Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe tiba-tiba dikepung oleh para demo yang anarkis pada Jum’at, 13 Oktober 2023, pagi. Massa demo berusaha masuk melewati blokade personel polisi yang siap siaga dengan senjata gas air mata dan peralatan lainnya.
Mobil Water Cannon pun diturunkan yang disiagakan dibelakang blokade personel dari pasukan huru-hara. Karena massa semakin anarkis menyerang polisi dengan botol bekas air mineral dan batu serta membakar ban bekas. Akhirnya, pasukan huru-hara berhasil menghalau massa yang melakukan aksi demo tersebut.
Aksi demo itu berlangsung dalam simulasi Sispamkota Ops Mantap Brata 2023 yang digelar Polres Lhokseumawe di Lapangan Satya Haprabu Mapolres setempat.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto dalam sambutanya menyampaikan, simulasi Sispamkota ini sebagai gambaran umum tugas kita kedepan dalam rangka pengamanan tahapan pemilu nantinya. Namun, percayalah saat dilapangan dinamika dan eskalasinya akan berbeda.
“Saya ucapkan terima kasih banyak atas dedikasinya dan persiapannya, baik tenaga serta pikiran, ini skenario dan kita tidak ingin berjalan seperti ini ada kerusuhan dan korban, harapannya berjalan dengan baik, aman dan damai,”ucap Kapolres.
Henki juga berpesan kepada personel untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. “Jangan lakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan institusi Polri,”harapnya.
Orang nomor satu di Polres Lhokseumawe ini juga mengajak personel untuk saling mengingatkan dan jangan sampai ada yang mendukung calon dan paslon dalam pemilu serta harus memahami dinamika dan keadaan nantinya.
“Kita kedepan harus terus berlatih khususnya latihan pengendalian massa (Dalmas), lebih baik kita berlatih mandi keringat dari pada kita gagal dan mandi darah dalam betugas”tegas Kapolres, dalam keterangannya kepada aspost.id.(asp/ril)

