ASPOST.ID- Pemerintah pusat kembali menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Aceh. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan lanjutan untuk mendukung pelaksanaan tradisi meugang Aceh menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 bagi warga korban banjir di wilayah tersebut.

Langkah ini diambil setelah adanya aspirasi masyarakat yang pernah disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah akrab disapa Dek Fadh kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Permohonan tersebut diungkapkan Wagub Aceh seusai salat subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dalam rangkaian kunjungan kerja Mendagri, Minggu (22/2/2026).

“Kami bersyukur meugang pertama sudah dibantu. Tapi masyarakat berharap, satu hari sebelum Lebaran nanti, meugang kedua juga bisa difasilitasi kembali,” kata Dek Fadh.

Bantuan itu dinilai sangat membantu masyarakat menyambut Ramadan, terutama keluarga yang ekonominya terpukul akibat bencana.

Namun menurut Fadhlullah, tradisi meugang bukan sekadar pembagian daging, melainkan simbol kebersamaan sosial yang mengakar kuat dalam budaya Aceh.

Pemerintah pun merespons dengan kebijakan konkret, menegaskan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Tradisi meugang sendiri merupakan kearifan lokal yang sarat nilai sosial, di mana masyarakat berbagi dan menikmati daging sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut hari besar keagamaan.

Sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan Rp72,72 miliar pada awal Ramadhan untuk mendukung pelaksanaan meugang.

Kini, bantuan serupa kembali disalurkan dengan nilai yang hampir setara, memastikan tradisi tersebut tetap berlangsung menjelang Idul Fitri.

“Dana bantuan telah ditransfer ke seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk pembayaran sapi meugang,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (17/3).

Berdasarkan data pemerintah, total anggaran terbaru mencapai Rp72,75 miliar yang disalurkan ke 1.455 desa terdampak di 19 kabupaten/kota di Aceh. Setiap desa menerima alokasi sebesar Rp50 juta yang dikirim langsung melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Aceh Syariah.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjaga keberlangsungan tradisi serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masa pemulihan pascabencana. (red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version