ASPOST.ID- Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH.,MH menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro, Kamis (12/3).
Forum tersebut membahas strategi penggalian potensi dan pemanfaatan aset kawasan Kilang LNG Arun sebagai bagian dari langkah optimalisasi aset negara agar mampu kembali memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi dipimpin Direktur Operasional Pengelolaan Aset LMAN, Mahdi, serta dihadiri jajaran Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang dipimpin Deputi Keuangan dan Komersialisasi, Afrul Wahyuni.
Dalam forum tersebut, Sayuti menyampaikan sejumlah pandangan strategis terkait peluang pengembangan kawasan Kilang LNG Arun yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi motor penggerak ekonomi kawasan.
Menurutnya, kawasan industri tersebut memiliki nilai historis dan strategis bagi Kota Lhokseumawe maupun Aceh secara keseluruhan. Dengan pengelolaan yang inovatif dan terarah, kawasan tersebut diyakini mampu menarik investasi baru sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Pemanfaatan yang tepat terhadap aset Kilang LNG Arun dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri dan investasi yang berkelanjutan,” ujar Sayuti.
Selain membahas pengembangan kawasan industri dan ekonomi, forum tersebut juga menyoroti penguatan layanan kesehatan di Rumah Sakit Arun. Dalam diskusi itu, LMAN bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe membahas langkah-langkah peningkatan kapasitas rumah sakit melalui penguatan fasilitas serta infrastruktur layanan kesehatan.
Sayuti menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah, agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan medis yang lebih baik, cepat, dan lengkap.
“Kami berharap penguatan fasilitas dan kapasitas Rumah Sakit Arun terus didorong sehingga mampu berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan yang melayani masyarakat Lhokseumawe dan wilayah sekitar,” tambahnya.
FGD ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam merumuskan langkah strategis pemanfaatan aset negara sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.
Kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat, mempererat silaturahmi antar pemangku kepentingan. (red)

